Cerita Rakyat Lampung

Cerita rakyat adalah suatu cerita yang peristiwanya dianggap pernah terjadi pada masa lampau atau merupakan suatu cerita yang sudah dikereasikan yang berguna untuk menyampaikan suatu pesan atau amanat tertentu ataupun untuk hiburan semata. Cerita ini pada dasarnya disampaikan secara lisan.
Masyarakat Lampung mempunyai banyak cerita yang berjenis prosa. Cerita-cerita tersebut dapat digolongkan sebagai berikut:

-Epos

Epos adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang berarti kepahlawanan atau wiracerita. Isi cerita epos menyangkut suatu peristiwa yang benar-benar terjadi atau diyakini suatu kebenaran yang pernah terjadi pada masa lalu.
Contoh epos dalam masyarakat Lampung yakni cerita Raden Intan, Bintang Sumbing dan lain-lain.

-Sage

Sage adalah cerita yang berdasarkan atas peristiwa sejarah yang telah bercampur dengan fantasi.
Contoh sage dalam masyarakat Lampung Asal Mula Ratu Melinting dan Keratuan Ratu Darah Putih.

-Fabel

Fabel ialah dongeng yang menggambarkan watak atau budi manusia. Para pelaku cerita adalah binatang. Isi ceritanya banyak mengandung pelajaran bagi manusia.
Contoh fabel dalam masyarakat Lampung  cerita kucing jadi guru besar, cerita Luwing yang sombong dan lain-lain.

-Legenda

Legenda adalah cerita rakyat yang berkenaan dengan peristiwa sejarah .
Contoh legenda dalam masyarakat Lampung Asal Usul Sukadana, cerita Minak Kejalo Ratu dan Minak Kejalo Bidin dan lain-lain.

-Mite

Mite ialah dongeng yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap makhluk halus(dewa-dewa, peri, jin), binatang dan tumbuhan.
Contoh mite dalam kehidupan masyarakat Lampung Tukang Kawil dan lain-lain.

Contoh cerita rakyat yang berasal dari Lampung:


ASAL MULA KOTABUMI


Di wilayah Lampung Utara, seorang raja bernama Tutur Jimat berkuasa dengan adil dan bijaksana. Tutur Jimat adalah keturunan dari Ratu Darah Putih. Karena umurnya yang sudah tua, ia bermaksud untuk menyerahkan kekuasaannya kepada anak tertua yang bernama Paniakan Dalem.

Setelah menerima mandat untuk menggantikan ayahnya, Paniakan Dalem memimpin kerajaan dengan adil dan bijaksana. Rakyatnya hidup tentram, damai dan sejahtera.

Kemudian, Paniakan Dalem menikah dan dikaruniai seorang putra yang diberi nama Muhammad. Semakin lama, kerajaan semakin berkembang. Keturunan Ratu Darah Putih juga semakin banyak dan tersebar luas dimana-mana. Paniakan Dalem mulai memikirkan cara agar keturunan kerajaan ini bisa selalu mengenang leluhur mereka.

Suatu hari, Putra Mahkota datang menghadap ayahnya. “Ayahanda, saya ingin bertanya, siapakah Kuto Bumi itu?”

Raja Paniakan Dalem menjawab, “Kuto Bumi adalah nenek moyang kita. Beliau adalah ratu yang pernah memimpin daerah kita ini. Kita semua adalah keturunan beliau. Dari mana kau dengar nama tersebut?”

“Begini, Ayahanda, aku sedang berburu dan sampailah di sebuah kampung. Orang di sana memperkenalan diri mereka dan mereka bilang bahwa mereka adalah keturunan Kuto Bumi. Bagaimana kalau kita namakan saja daerah ini dengan Kuto Bumi, Ayah? Dengan demikian, semua orang yang berasal dari sini dapat selalu mengenang leluhur mereka” kata Muhammad.

Paniakan Dalem gembira mendengar kata-kata putranya. Ia setuju untuk mengubah nama daerah tersebut menjadi Kuto Bumi. Seiring dengan waktu nama Kuto Bumi menjadi Kotabumi dan kini menjadi ibu kota Lampung Utara.   

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Seorang Blogger pemula yang sedang belajar

0 Response to "Cerita Rakyat Lampung"

Post a Comment