26 ISTILAH ADAT PERKAWINAN LAMPUNG

Perkawinan Adat Lampung

Adat dalam perkawinan yang ada di masyarakat lampung memiliki istilah-istilah, berikut 26 istilah perkawinan yang ada di adat lampung:

1. Pineng

Pineng adalah adat perkawinan dalam masyarakat lampung yang paling megah.

2. Sebambangan

Sebambangan adalah suatu istilah yang berarti “kawin lari”. Perkawinan ini terjadi karena “muli-meghanai” sudah sama-sama mencintai, tetapi orang tua belum memberi restu atau ingin menempuh dengan cara “pineng” tetapi tidak dapat melaksanakannya. Bila hal seperti itu terjadi, pihak meghanai(keluarga bujang) melakukan “pengunduran senato”, hal ini bertujuan memohon penyelesaian secara baik, adanya rasa tanggung jawab dan kesalahan adat.

3. Ngakuk

Ngakuk yang berarti ngambil adalah istilah perkawinan di mana si gadis ikut keluarga si bujang.

4. Semanda

Semanda adalah istilah perkawinan kebalikan dari istilah perkawinan ngakuk, di mana si bujang ikut keluarga si gadis.

5. Tanjagh

Tanjagh adalah perkawinan di mana tidak ngakuk dan tidak semanda.

6. Ngulang ghasan

Ngulang ghasan adalah perkawinan di mana si gadis dan si bujang melaporkan bahwa mereka ada kesepakatan akan berkeluarga kepada orang tuanya masing-masing.

7. Buwaghan

Buwaghan yaitu keluarga si bujang atau si gadis memberi tahu sanak famili bahwa anak gadis atau anak bujang mereka akan melaksanakan pernikahan.

8. Sabai

Sabai yaitu sebutan/panggilan keluarga si bujang terhadap keluarga si gadis begitu juga sebaliknya.

9. Lakau

Lakau adalah sebutan si suami terhadap keluarga istrinya.

10. Mengian

Mengian adalah sebutan si istri terhadap suami.

11. Inggoman

Inggoman adalah sebutan suami terhadap istrinya begitu juga sebaliknya.

12. Metoho/mentuha

Mentoho atau yang sering disebut mentuha adalah sebutan si suami kepada ibu bapak istrinya dan begitu juga sebaliknya.

13. Matteu/mattu

Matteu adalah sebutan ayah ibu dari istri terhadap suaminya, dan sebaliknya sebutan ayah ibu dari suaminya terhadap istrinya.

14. Nepik

Nepik yaitu uang dan amplop secukupnya yang ditiggalkan di rumah mulei pada saat meghanai sebambangan dengan mulei dan di dalam amplop itu tertulis pesan dari mulei untuk orang tuanya, serta di mana dia berada (tentunya di rumah meghanai, atau famili meghanai) dengan ketentuan si meghanai tidak boleh berada di dalam rumah atau kamar mulei berada, hal ini tabu, jika dilanggar, maka pihak penyeimbang adat akan mengadilinya.

15. Inai adek

Inai adek ialah nama adat yang diberikan kepada wanita yang telah menikah.

16. Kunjungan nyabai

Kunjungan nyabai yaitu pertemuan dalam rangka perkenalan antara dua orang besan.

17. Ngatak buburan

Ngatak buburan yaitu makanan berupa beras, kelapa dan gula yang diantar ke rumah asal si gadis kemudian sebagiannya dikembalikan.

18. Sesan/benatok

Sesan adalah perlengkapan untuk berumah tangga dari pihak orang tua gadis untuk anaknya.

19. Segheh

Segheh adalah uang dan hewan yang diberikan bujang kepada keluarga calon istrinya dalam rangka menjelang perkawinan mereka.

20. Nyesung selang

Nyesung selang yaitu mengundang para penyimbang dengan mendatangi mereka dengan membawa kue sebagai rasa hormat.

21. Peghadeu salah

Dimaksudkan karena kesalahan melanggar adat, peristiwa berlarian dan supaya bebas bertemu.

22. Nuket

Nuket adalah mengawini istri saudara setelah saudaranya meninggal.

23. Nyemalang

Nyemalang adalah perkawinan dengan istri saudara yang meninggal.

24. Ngakuk jaguk

Ngakuk jagug yaitu bujang yang diambil orang tua gadis dan dikawini dengan anak gadisnya, karena dia tidak mempunyai anak laki-laki. Nuket, nemalang atau ngakuk jaguk disebut perkawinan tanpa jujur.

25. Pemandai

Pemandai yaitu mengundang tokoh-tokoh adat, memberitahukan tentang suatu masalah dan mohon bantuan pelaksanaannya, termaksuk adat perkawinan.

26. Pik tirep

Pik tirep adalah kedudukan seorang warga dalam suatu klen.


SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Seorang Blogger pemula yang sedang belajar

0 Response to "26 ISTILAH ADAT PERKAWINAN LAMPUNG"

Post a Comment